Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Nikson Lende Dianiaya Hingga Tewas, Keluarga Minta Aparat Usut Para Pelaku dan Adili

0 167

KORANTIMOR.COM – KUPANG – Dua Warga Dusun Pala Desa Wee-Pabola, Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya Nikson Lende [NL] dan Agus [A] dianiaya sekelompok orang [pada 6/2/2020 pukul.22.15 WITA] hingga menyebabkan salah satu diantaranya [NL] meninggal Dunia keesokan harinya [pada 7/2/2020, pukul 06.00 WITA]. Sedangkan korban lain [A] lolos dengan cara melarikan diri. Terkait kasus ini ada dugaan penganiayaan dan pembunuhan berencana yang dilakukan sekelompok orang.

Berita pembunuhan sadis tersebut telah viral di media sosial ( facebook ) dan mendapat tanggapan banyak nitizen yang meminta  agar penegak hukum segera mengusut tuntas dan menghukum berat para pelaku.

 

Melalui telepon selular dan pesan WA kepada media ini,  warga Wee-Pabola dan keluarga besar almarhum Nikson Lende mengharapkan pihak kepolisian secepatnya mengusut tuntas pelaku penganiayaan dan pembunuhan tersebut, sehingga ada kejelasan para pelaku yang terlibat dalam pembunuhan sadis tersebut.

 

“Bersama Nikson ada satu orang korban lain yang dianiaya yakni Agus namun ia selamat. Dari korban Agus inilah kami mendapat informasi diduga para pelaku adalah Yohanis Leti alias Anis Leti dan  Wadi, yang adalah mantan nara pidana kasus penganiayaan yang baru saja keluar dari penjara 3 bulan yang lalu. Selain itu ada beberapa orang lain yakni Philipus alias Ipu atau bapa Anno dan  beberapa pelaku lainya yang diduga terlibat dalam kasus ini. Mereka sementara ini masih diburu aparat.“ Papar salah satu warga yang minta namanya tidak ditulis.

 

Menurut informasi yang diperoleh dari masyarakat desa Wee-Pabola dan juga dari pihak keluarga besar, bahwa para pelaku sering melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap masyarakat sehingga masyarakat merasa cemas dan tidak aman serta trauma. Masyarakat Wewewa Utara sangat mengharapkan para penegak hukum bertindak tegas sesuai hukum sehingga menimbulkan efek jera bagi para pelaku.

 

“Kami menaruh harapan kepada bapak Kapolres Sumba Barat Daya agar menggerakkan aparat Polisi untuk tegas dan jujur menangani kasus penganiayaan yang dilakukan para aktor tersebut sehingga kami warga Wewewa Utara ini bisa hidup aman dan nyaman. “ Ujar salah seorang warga Kecamatan Wewewa Utara.

 

Kepada media ini, lewat pesan Whasapp, NN salah satu warga Wee-Pabola menginformasikan bahwa masalah ini telah ditangani oleh aparat kepolisian Polres Sumba Barat Daya. Dan menurut NN Aparat SBD telah menangkap 4 orang pelaku yang diduga merupakan aktor utama. Salah satu diantara yakni Anis Leti belum tertangkap hingga berita ini diturunkan.

 

“Siapapun dia, jika bersalah harus tunduk kepada hukum. Anis Leti adalah salah satu tokoh utama tersebut harus ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.“ Tulis seorang warga Wee-Pabola lewat Whasapp kepada tim media.

 

Kronologi kasus tersebut berdasarkan keterangan dari korban Agus Sebagaimana diuraikan salah satu keluarga Agus;

 

Bahwa sekitar pukul. 18.00 (jam 6 sore) tanggal 6 Februari 2020, korban Agus pulang dari kota Waikabubak dan singgah di rumah saudaranya, mama Nafa di desa Wee-Pabola. Di rumah tersebut mereka sempat makan malam bersama. Setelah makan malam bersama, Nikson dan temanya Agus bersama ipar Nikson sempat minum sebotol miras/peci berukuran 1 botol aqua kecil. Setelah minum dan ngobrol beberapa menit, korban [NL] dan Agus pamit pulang ke rumah korban [NL] yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah saudaranya [mama Nafa] mengendarai sepeda motor.

 

Ketika sampai di persimpangan jalan menuju rumah korban [NL], tiba-tiba keduanya dicegat oleh para pelaku dan memaksa keduanya untuk singgah di rumah Philipus alias Ipu atau bapa Anno. Karena dipaksa maka keduanyapun mengikuti ajakan tersebut secara terpaksa.

 

Ketika sampai di depan rumah Philipus, para pelaku langsung mematikan lampu sehingga suasana menjadi gelap dan seketika itu pula para pelaku menghujam kepala mereka berdua dengan kayu secara berkali-kali hingga darah mencuat dari kepala. Korban Nikson seketika  itu pingsan namun dalam kondisi itu menurut Agus pelaku masih saja membentur kepala keduanya ke tembok hingga bercak darah mencuat dan melengket di tembok rumah itu.

 

Para pelaku nampak belum puas. Lalu para pelaku menyeret keduanya [NL dan Agus]  dengan kasar ke jalan, lalu dengan  kaki para pelaku menginjak-injak kepala NL Dan Agus. Warga sekitar yang mendengar keributan tersebut berbondong-bondong mendatangi mendekat dan memeriksa sumber keributan itu. Lalu mendapati dua korban tersebut dalam keadaan sekarat. Sementara para pelaku saat itu juga menghilang dibalik kegelapan rumah Philipus tersebut. Lalu dengan bantuan warga akhirnya kedua korban [NL dan Agus] dilarikan ke rumah sakit Waikabubak. Keesokan harinya [7/2/2020], tepat pukul 06.00, pagi, korban Nikson Lende, meninggal dunia.

 

Dari beberapa warga Wee-Pabola yang dihubungi via telpon, mengatakan di rumah pelaku yang diduga adalah aktor utama, terlihat ada masa yang berkumpul hari itu sehingga mencemaskan masyarakat, karena masyarakat takut kalau-kalau ada keributan atau keonaran.

 

Terkait hal ini, warga memohon kepada KAPOLRI, Komisi 3 DPR RI, Kapolda NTT dan Gubernur NTT serta Kapolres Sumba BARat Daya agar mendukung proses penegakan hukum terhadap pelaku sehingga warga Wewewa Utara bisa hidup aman dan nyaman. ( kt/tim).

Comments
Loading...