Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Eman Bria: Koperasi Digital Indonesia Legal, Pelindungnya Presiden Jokowi

0 88

KORANTIMOR.COMKUPANGKoperasi Jasa Ekonomi Digital Indonesia sudah hadir di Malaka dan Legal. Pelindungnya adalah Presiden Joko Widodo. Lima tahun kedepan ekonomi anggota bisa bertumbuh drastis.

Tengah: Calon Bupati Malaka 2020-2025, Emanuel Bria

Hadiri pagelaran ekonomi kreatif di Kabupaten Malaka – Nusa Tenggara Timur pada tanggal 8 Februari 2020, Ketua Koperasi Digital Indonesia Cabang Provinsi NTT, Emanuel Bria meyakinkan sekitar 1000 peserta untuk tidak pesimis.

Emanuel atau yang dijuluki EB bahkan menegaskan bahwa lima tahun ke depan tingkat ekonomi peserta koperasi sudah bisa melonjak drastis. EB membakar semangat ribuan peserta yang masing-masing membawa kain tenun untuk dipamerkan di Gedung Glory Hall – Betun – Kabupaten Malaka.

“Jangan takut dengan Koperasi Digital Indonesia karena ini bukan hanya di Malaka tetapi di seluruh Indonesia. Pelindungnya saja Bapak Presiden Joko Widodo. Jadi legalitasnya sah dan ini adalah koperasi yang bukan abal-abal atau kaleng-kaleng,” ucap EB dari atas panggung, yang disambut gemuruh tepuk tangan 1000 peserta.

Kenapa jangan takut? Lanjut EB, karena pasar dari hasil kerja anggota koperasi sudah jelas. Masyarakat tidak perlu takut hasil kerajinannya tidak terjual, atau khawatir terhadap nilai jual yang kecil. Karena pada prinsipnya, di era digital ini harga saing produk yang dijual sudah relative sama dengan harga di daerah-daerah maju, tandas EB.

Berikutnya EB menyinggung bahwa di NTT memang saat ini menjadi gudang koperasi-koperasi. Tapi yang membedakan KDI dengan koperasi lainnya adalah bukan soal simpan uang dan pinjam uang di koperasi. Kalau KDI justru memulai dari apa yang kita punya, contohnya kalau kita punya tenun ya itu yang akan kita jual untuk menghasilkan uang.

“Senada dengan ucapan EB, Ketua KDI Malaka Ibu Venny menjelaskan bahwa Koperasi Digital Indonesia khususnya di Malaka sudah bergerak selama ini dan sudah terbentuk 64 kelompok dimana tiap kelompok berisi 10 orang.

Kelompok penenun ini memproduksi kain tenun, kemudian pemasarannya akan diusahakan oleh koperasi secara bersama.

Terkait produk, para pembeli produk dari KDI Malaka pun tidak perlu merasa khawatir tentang kualitas produk yang dijual. Pasalnya, tim Koperasi selalu memberikan pengawasan dan pendampingan yang rutin kepada para anggota koperasi”, kata Venny.

Adapun 1000 peserta yang antusias ingin menjadi anggota Koperasi Digital Indonesia datang dari berbagai kecamatan dari 12 jumlah kecamatan di Kabupaten Malaka. Menariknya, masing-masing kecamatan di Malaka ternyata sudah memiliki kelompok Ibu-Ibu penenun, pembuat cenderamata dan oleh-oleh khas Malaka.

Khusus tenun, hasil dari kerajinan Ibu-ibu di tiap kecamatan itulah yang dipamerkan sekaligus membalut tubuh 1000 peserta ini saat hadir di acara Pagelaran Ekonomi Kreatif.

Pagelaran ekonomi kreatif untuk pertamakalinya di Kabupaten Malaka ini diselenggarakan atas kerja sama Koperasi Digital Indonesia dengan Yayasan Kroman Malaka.

Fridolin Berek, pendiri dan penasehat Yayasan Kroman Malaka menegaskan bahwa kerja sama ini terjadi karena adanya keprihatinan yang sama terhadap perekonomian masyarakat Malaka. Oleh karena itu, mimpi KDI Malaka dan Yayasan Kroman Malaka ke depan adalah menjadikan kabupaten Malaka sebagai sentra Tenun atau Bursa Tenun Malaka yang kaya akan motif.

Sayangnya, acara besar untuk memberi stimulus terhadap pergerakan ekonomi di Kabupaten pemekaran dari Belu ini tidak dihadiri Pemerintahan Daerah setempat. Padahal, panitia mengaku telah melayangkan surat undangan kepada pihak pemerintah. (kt)

Comments
Loading...