Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Sam Haning: Tahun 2020 Adalah Era Kebangkitan Dan Mengembalikan Kejayaan UPG 45

0 156

KORANTIMOR.COMKUPANGSuksesnya pendidikan setiap orang ditandai dengan adanya ijazah bidang keilmuan tertentu dan tidak hannya mengandalkan pembelajaran autodidak. Namun itu saja juga tidak cukup, orang itu harus memiliki keahlian atau skill untuk sukses dalam hidup.

Sam Haning, SH, MH

Demikian petikan hasil wawancara dengan Ketua PBH UPG 45 NTT, Samuel Haning, SH, MH pada Kamis (30/1/2020) di Kupang.

“Orang yang telah memiliki ijazah tapi tidak didukung skill juga sangat mempengaruhi perkembangan kualitas diri orang itu sendiri. “Teori atau ilmu tanpa praktek itu pengkerdilan. Begitu pun praktek tanpa teori juga itu kebodohan. Jadi semuanya harus berjalan bersama-sama.” Ujar Pria yang biasa disapa Paman Sam itu.

Adalah fakta, lanjut Paman Sam, bahwa ada banyak orang yang sukses atau berhasil dibidang ekonomi, umumnya tidak bersekolah tinggi tetapi karena mereka belajar autodidak dan memiliki skill tertentu.

Oleh karena itu terkait hal tersebut, Sam Haning menilai Ujian Nasion [UN] juga tidak mendukung suksesnya masa depan seorang anak atau mahasiswa, sebab seorang anak didik atau peserta didik dan mahasiswa/i walau memiliki nilai tinggi tetapi tidak memiliki skill tertentu sama saja.

Sam berpendapat, lebih tepat Ujian Nasional itu dihapus agar tidak membebani murid itu sendiri dan dengan demikian mereka lebih fokus tentang disiplin ilmunya atau bidang studi atau keahlian tertentu.

“Sering kita menemukan ada yang memiliki hasil Ujian Nasional yang bagus, IP-nya juga bagus tetapi berujung biasa-biasa saja.” Ujar Paman Sam. Sam juga menegaskan bahwa sukses itu tergantung pada orang itu sendiri. Artinya jelas bahwa UN dan perolehan nilai tinggi dalam UN bukan penentu satu-satunya sukses seseorang.

Terkait dengan favoritisme; sekolah swasta dan negeri serta persaingan perguruan tinggi; baik swasta dan negeri, menurut Paman Sam, masyarakat perlu ketahui bahwa tidak ada ilmu negeri dan ilmu swasta. Ilmu itu sama ada pada keduanya dan dimana-mana. Yang menentukan sejauhmana orang belajar dan paham serta punya keterampilan atau memiliki kompetensi.

“Memasuki tahun 2020, UPG 45 NTT memiliki tugas merebut prestasi untuk mencari dan menjaga akreditasi serta kualitas terbaiknya. Sebuah Perguruan Tinggi memberikan output yang berkualitas, artinya alumni-alumninya dipakai di masyarakat. Sepanjang kita pantau hingga saat ini, alumni UPG 45 banyak diterima di berbagai sektor kerja; baik ASN maupun swasta dan ini karena mereka berkualitas atau memiliki kualitas.” Tandas Paman Sam.

Terkait ini juga Paman Sam memberi contoh-contoh sederhana terkait skill dan kesuksesan. Misalnya, untuk mendapatkan kerja sederhana, orang yang memiliki basic ilmu ekonomi tetapi bisa bernyanyi, kemudian ia ‘menjual suaranya’ dan mendapatkan keuntungan. Contoh lain orang yang memiliki basic ilmu Bahasa Inggris, ketika lulus Sarjana Bahasa Inggris bisa menawarkan les privat atau pelatihan bahasa Inggris bagi anak-anak sekolah tanpa harus menunggu lowongan kerja. Jadi selain memiliki ijaza orang juga perlu memiliki keahlian pendukung dan kreatif serta inovatif.

Terkait biaya pendidikan bagi yang kurang mampu, Paman Sam mengungkapkan UPG 45 mendukung anak-anak yang ingin sekolah tinggi tetapi kurang mampu secara finansial. UPG 45 menawarkan sebuah solusi yang menolong anak-anak tersebut.

“Kita membantu anak-anak yang kurang mampu untuk bisa studi dengan biaya standar yang dapat menjangkau semua kalangan.” Tandas Sam Haning. Tahun 2020 ini merupakan era kebangkitan dengan melayani masyarakat yang membutuhkan pendidikan. Target kami tahun 2020 ini adalah era kebangkitan dan atau mengembalikan kejayaan UPG 45 NTT. Kami juga tagetkan menerima sebanyak ±2000 mahasiswa/i (hm/kt)*

Comments
Loading...