Edukatif, Investigatif, Faktual, Berimbang

Kadis PUPR NTT: “Saya Perintahkan Bongkar Jalan Bealaing-Mukun-Aegela Bila Agregat Tidak Sesuai Spek”

0 139

KORANTIMOR.COM– KUPANGDinas PUPR NTT tegaskan bakal memerintahkan PT. AGG untuk memblending/membongkar kembali jalan Provinsi Bealaing-Mukun-Mbasang di Manggarai Timur yang sedang dikerjakan PT. AGG apabila tim investigasi dari Dinas PUPR dan Tim Laboratorium yang sedang dikirim ke lokasi proyek menemukan adanya penggunaan kerikil kali /bulat sebagai agregat. Karena hal tersebut menurutnya bisa berdampak pada buruknya kualitas jalan dan terutama dampak kerugian negara.

Kadis PUPR NTT, Ir. Maxi Nenabu, M.T

Hal ini disampaikan Kepala Dinas PUPR NTT, Ir. Maxi Nenabu, MT saat dikonfirmasi Tim Media via telpon celulernya, Senin [3/2/2020] di Kupang terkait pemberitaan beberapa media akhir-akhir ini yang menyoroti kualitas jalan Bealaing-Mukun-Mbasang yang sedang dikerjakan PT.AGG dengan alokasi APBD I sebesar Rp 14,1 M.

Dimintai tanggapannya terkait penggunaan kerikil kali/bulat oleh PT. AGG, Kadis PUPR NTT itu menjelaskan bahwa kerikil kali/bulat bisa digunakan sebagai urpil dan setelah itu baru dicampur agregat B; batu pecah supaya kuat.

Sementara berdasarkan hasil temuan tim media [foto dan video] saat turun langsung ke lokasi proyek Jalan Bealaing-Mukun-Mbasang pada Januari 2020 lalu, ditemukan adanya penggunaan batu bulat/kerikil kali yang ukurannya sebesar telapak tangan tanpa penggunaan agregat; batu pecah, sama sekali.

Menjawab hal ini Kadis PUPR NTT itu menjawab bahwa timnya akan memeriksa dan bila menemukan adanya batu bulat/kerikil kali melebihi dan tanpa campuran batu pecah, maka ia akan menginstruksikan perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut [PT. AGG] untuk memblending ulang atau melakukan pembongkaran ulang dan diganti menggunakan agregat sebagaimana syarat teknisnya.

“Bila kita menemukan kandungan batu bulatnya melebihi, maka kita akan perintahkan blending ulang, karena ada syarat-syarat pengerjaannya dan harus sesuai spek.” Tandas Kadis Nenabu.

Menurut Kadis Nenabu, batu kerikil bulat hanya bisa digunakan jika sebagai urpil, baru sesudah itu diikuti penggunaan agregat B.

Kadis PUPR NTT juga mengkonfirmasi pihak media bahwa ia sedang memerintahkan timnya turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan lokasi. Termasuk di dalam tim yang dikirim ke lokasi yaitu tim pemeriksaan laboratorum untuk meneliti dan memberi informasi soal hasil pengerjaan proyek jalan.

Jika hasil pemeriksaan itu menemukan adanya penggunaan kerikil kali/kerikil bulat tanpa agregat dan atau sebagaimana syaratnya, maka sesuai perjanjian atau aturan harus dilakukan pembongkaran dan menggantinya sebagaimana syarat atau ketentuan.

Hal tersebut dilakukan, lanjut Kadis PUPR NTT, untuk mencegah buruknya kualitas jalan yang dikerjakan dan terutama dampak kerugian negara.

Tanggapan Kadis PUPR NTT itu terkait maraknya pemberitaan media akhir-akhir ini terkait buruknya kualitas jalan yang sedang dikerjakan PT. AGG di jalan Mbealaing-Mukun-Mbasang di Manggarai Timur dan yang diduga berdampak kerugian negara.

Persoalan ini juga telah mengundang komentar dan tanggapan berbagai pihak. Terutama Komunitas Wartawan Peduli Pembangunan NTT dan DPRD NTT yang meminta agar KEJATI dan Polda NTT segera turun ke lokasi proyek dan memeriksa langsung kondisi proyek tersebut. Lebih dari itu memeriksa kemungkinan adanya dampak kerugian negara dari pengerjaan proyek tersebut. [tim]

Comments
Loading...